Sabtu, 26 November 2016

ajari aku move on

Kenapa aku selalu nginget dia? Hal ini membuat kejiwaanku terganggu. Oh tuhan apa yang terjadi padaku memikirkan cowok bajingan dan nyebelin itu. Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku pengen move on dan lupain semuanya, kenangan indah dan manis itu selalu merasuki pikiranku ditambah kebencianku selama ini.
Aku tak tahan lagi. Sudah 2 tahun aku nggak bisa move on dan tak berhenti stalking nggak penting, lihat kabarnya dan satu lagi kesimpulannya abis itu aku sakit hati. Aku nggak sanggup lagi rasannya. Aku harus berhenti memikirkan dia dan aku mau move on. Tapi gimana carannya?
Saat yang lalu saat aku masih berhubungan dengannya, banyak kenangan manis dan indah yang gue dapatkan. Pacaran dengannya kayak kopi kadang manis kadang pahit.
Saat itu aku marah besar kepadannya. Dia kan udah tahu aku ini pacarnya tapi kenapa dia deketin gadis lain secara diem diem gitu, kesel tahu nggak.
Dari pagi sampai siang aku ngerijeck panggilan dan nggak ngebales sms dari dia. Biar kapok tu cowok. Aku akui wajah lo tampan kayak pangeran dari kerajaan inggris. Tapi tetep aja kamu nggak boleh deketin gadis lain selain aku. Aku cemburu!
Hingga malam hari dia ngirim pesan sms.
“Win, kenapa sih? Kalau kamu gini kita putus aja” itulah sms yang begitu menyakitkan bagiku. Aku cuman berharap kamu peka, minta maaf kek. Tapi ini! Kamu malah minta putus!
Handphone yang ada di genggaman tanganku kubanting dan finally layar hp ku pecah. Aku nggak peduli saking begitu kesalnya.
Keesokan harinnya dia lewat depan rumahku dengan seorang cewek. Aku sudah tahu itu siapa, itu temannya. Aku mencoba acuh dan masuk ke dalam rumah lagi. Sorenya tanpa aku sangka dia menuju ke rumahku lagi. Kebetulan juga baju yang gue kenakan sama dengannya. Dasar plagiat! Respon gue masih sama aku tetep cuek dan masuk ke dalam rumah lagi.
Disaat aku sendiri aku kangen dengannya tapi kami sudah nggak berhubungan lagi. Ketika asyik melamun mamaku segera mengetuk pintu kamarku.
“Ada apa ma?” tanyaku di balik pintu. Malas membuka dan kulap air mataku.
“Kamu sedang apa, ada yang mau mama omongin” itulah yang mamaku biacarakan.
Aku segera membukakan pintu dan mama duduk di samping ranjangku.
“Ada apa ma?”
“Win kita pindah minggu depan, kamu mau kan?”
Tidak bisa kukira seminggu lagi pindah. Ini begitu sulit bagiku. Aku harus pergi dan tak akan kembali lagi di kehidupan toni. Padahal aku belum bisa ngelupain dia. Dia begitu berharga aku tinggalkan. Mengingat hal ini merupakan cara terbaik bagiku untuk melupakannya. Kuputuskan bahwa aku setuju untuk pindah,
“Iya ma winda setuju kalau harus pindah” jawabku dengan lesu dan sulit.
Tak terasa sudah seminggu dan selamat tinggal semua yang ada disini. Sahabat, teman, kucing tetangga, dan kamu yang selalu ada di hatiku.
Kutarik koper yang lumayan berat dan memasukannya ke dalam bagasi mobil. Setelah siap semua, kami sekeluarga pergi. Aku menoleh sekali lagi ke rumahku, banyak kenangan yang tertinggal disana. Saat aku duduk makan ice cream dengannya, saat dia mengajari pr matematika dan saat dia menghibur kesedihanku.
Tetapi yah sudahlah itu sudah masa lalu.
Dan sekarang sudah 2 tahun aku tidak bertemu dengannya. Dibilang kangen sih iya tapi dia sudah temuin bahagianya dia sudah tunangan dan punya calon istri.
Biarlah begini. Aku tetap menjadikan kamu sebagai cerita di kehidupanku yang indah. Meskipun itu tidak pernah terjadi lagi, satu hal yang kamu tahu aku ingin belajar dari kamu, gimana cara kamu move on dan melupakanku begitu cepatnya?
End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar