Sabtu, 26 November 2016

surat untuk hary

Aku menulis surat ini untukmu Harry, aku tahu kamu tak membuka dan membacanya tapi aku percaya kau melihat dari sana aku sedang menulis surat ini dengan tawa dan senyumku bahkan dengan air mata.
Tiga tahun sudah kau pergi untuk selamanya Harry. Kenangan indah bersamamu selalu terngiang di kepalaku. Kerinduan yang menusuk hatiku. Hari-hari yang kulalui bersamamu selama lima tahun sebelum kepergianmu, cerita cinta indahku bersamamu tak pernah sekalipun aku lupakan. Tak pernah berpikir untuk mencari penggantimu.
Harry apa yang sedang kau lakukan di surga? Apakah kau merindukanku? Apa kau bahagia disana? Apa kau masih merasakan sakit? Harry aku merindukanmu. Kau tahu setelah kepergianmu bahkan sampai saat ini aku masih mencintaimu. Kau tetap di hatiku.
Aku tengah menulis skripsiku yang membuatku lelah. Aku benar-benar lelah harus menyelesaikan skripsi ini seorang diri, andaikan kau ada pasti kau akan menyemangatiku, kau akan menatapku penuh senyum dan berkata “semangat Chika!”. Harry kau selalu ada untukku, kau akan menemaniku sampai ku tertidur ketika lelah mengerjakan tugas kuliah. Akan membuatkan bubur ayam kesukaanku. Coklat panas dan roti selai kacang yang selalu kau sediakan saat aku begadang karena tumpukan tugas yang banyak.
Aku terbangun di pagi hari, kulihat kain gorden jendela kamarku sudah terbuka, pasti bibi Nina yang membukakan. Segelas coklat panas dengan 2 potong roti selai kacang berada tepat di meja di hadapanku. Bi Nina juga tahu aku suka sekali dengan kedua menu ini. Sejak kepergianmu papa dan mama tidak tinggal bersamaku mereka tinggal di Bogor di rumah nenek. Aku sendiri bersama bi Nina di rumah ini. Di rumah ini juga banyak kenangan bersamamu Harry. Dulu aku juga ingin ikut papa dan mama untuk tinggal bersama nenek tapi kenangan bersamamu di rumah ini tak bisa aku tinggalkan.
Aku telah menyelesaikan skripsiku, dan tepat dihari ujian aku berhasil mempertanggung jawabkannya dengan baik. Hari wisuda tiba, aku mendapat predikat cum laud dengan IPK 3,90. Harry kau melihatku dari kejauhan pasti bangga dengan usaha dan keberhasilanku ini.
Harry kau lihat, bahkan tanpamu di sisiku sebagai penyemangatku aku berhasil menyelesaikan program sarjanaku dengan hasil yang memuaskan. Harry terima kasih, aku percaya kau turut mendoakanku disurga sana. Harry andai saja kau bisa melihatku memakai toga dan melihatku berdiri di depan banyak orang yang bertepuk tangan karena predikat cum laudku. Harry aku menangis karena keberhasilanku ini. Andai kau disini kau akan menghapus air mataku dan membuatku tersenyum dengan tawamu. Aku sangat merindukanmu.
Harry hari ini aku diterima kerja di salah satu stasius berita ternama, aku berhasil menggapai cita-citaku untuk menjadi seorang wartawan dan presenter berita muda. Aku bahagia Harry. Apakah kau melihat kabahagiaanku ini? Huh! Aku tahu kau pasti cemberut karena keinginanmu aku menjadi seorang dokter anak, ya, karena kau sangat menyukai anak-anak. Harry sesuai janjiku ketika aku menjadi seorang presenter berita aku akan mengadakan syukuran di panti asuhan kasih budi.
Harry hari ini adalah pertama kalinya aku akan melakukan showku, aku sangat takut dan tubuh terus gemetar, kalau saja kau disini dan tersenyum melihatku aku yakin rasa cemasku akan lenyap. Harry doakan aku ya, agar profesiku ini aku geluti secara profesianal. Kekhawatiranmu bahwa aku akan menyebarkan berita palsu dan menyudutkan orang lain tak usah kau takuti, aku akan menjadi wartawan dan presenter yang bertanggung jawab.
Harry sudah empat bulan aku menekuni pekerjaanku ini dan aku sangat bahagia. Terkadang di tempat kerja aku menangis ketika mengingatmu, ingat tawa dan senyummu. Mengingat bagaimana kau menderita karena penyakitmu. Harry aku tak ingin memiliki sakit sepertimu, aku tahu kau juga tak menginginkannya. Kau tak ingin aku sakit dan menderita. Harry aku harus bagaimana saat aku benar-benar merindukanmu. Aku tak bisa hanya duduk makan ice cream vanilla sambil mengingat wajahmu.
Harry kau ingat ketika kita berteduh di halte bus saat hujan lebat, ketika kita pulang makan malam dihari ulang tahunku. Saat itu aku sangat marah padamu, karena keinginanmu yang ingin pulang berjalan kaki padahal cuaca waktu itu tengah mendung. Aku terkena flu berat selama satu minggu. Dan selama itu kau selalu mengantar bubur ayam buatanmu untukku setiap pagi. Harry aku benar-benar tak bisa melupakanmu. Aku tak bisa melupakan kenangan indah bersamamu.
Harry apa yang kau inginkan sekarang? Apakah kau ingin bertemu denganku walau hanya sebatas mimpi? Aku ingin bernyanyi untukmu lagu yang sangat kau sukai “to love you more”, aku ingat ketika pertama kali aku menyanyikannya kau memelukku dan mencium mesra keningku. Harry aku sangat merindukan pelukkanmu. Apakah kau juga ingin memelukku? Temui aku malam ini dalam mimpi indahku bersamamu.
Harry ada seorang teman kerjaku yang mendekatiku saat ini, dia cukup baik dan sangat perhatianku padaku. Harry sejujurnya aku tak menginginkan hal ini. Aku merasa canggung dengan keadaan ini. Pria itu namanya Rangga. Setiap hari dia selalu menawarkan untuk mengantarku pulang tapi aku selalu menolak tawarannya. Aku pikir dengan begitu dia akan menyerah dan tidak mengejarku lagi, tapi dia selalu saja baik padaku. Harry apa kau marah ada pria yang mendekatiku? Harry aku tak menginginkan pria lain, aku hanya ingin dirimu. Apakah aku salah dengan keinginanku ini? Sampai kapanpun aku tak ingin ada yang menggantikan posisimu di hatiku.
Harry hari ini Rangga mengajakku makan malam, setelah makan dia mengajakku jalan-jalan ke taman, aku tak menyangka dia menembakku, aku juga tak tahu apa yang merasukiku aku benar-benar marah ketika mendengar Rangga mencintaiku. Aku menamparnya dan meninggalkan dia di taman. Tapi Rangga tak pernah menyerah dia selalu baik dan ramah padaku.
Harry aku tak ingin ada pria lain yang mencintaiku selain dirimu. Harry apa kau bisa kembali untukku, aku tak kuat untuk sendiri lebih lama lagi. Aku sangat merindukanmu, rasanya aku sudah lelah harus menangis setiap kali mengingatmu.
Harry aku membenci diriku sendiri karena aku belum iklas sepenuhnya atas kepergianmu. Aku membenci diriku sendiri karena orang lain harus menderita dengan sikap kasarku. Harry bantu aku, apa yang harus aku lakukan? Aku tak bisa terus larut dalam keadaan ini. Harry satu pintaku temui aku dalam mimpiku malam ini.
Harry aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan. Aku hanya perlu menerima kehadiran orang lain di sisiku, karena kau juga ingin hal ini. Kau tak ingin aku menderita karena kerinduanku padamu setiap hari. Kau juga ingin ada orang lain yang hadir di sisiku untuk menemani dan menghiburku.
Aku akan mencoba untuk menerima Rangga, aku akan meminta maaf atas sikap kasarku padanya selama ini. Terima kasih Harry karena sudah hadir dalam mimpiku dan menjelaskan semuanya untukku. Terima kasih juga karena sudah mengirim Rangga untukku.
Harry sampai kapanpun aku tak akan melupakanmu. Aku akan selalu mengingat dan mencintaimu. Harry… Jangan pernah lupakan aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar