Sabtu, 26 November 2016

mungkin lupa

Entah mengapa akhir akhir ini aku merasa ada yang berbeda dengan salah satu teman pada masa Sekolahku, entah apa yang menyebabkan dia mendadak lupa ingatan. Sebenarnya tak ada yang aneh padanya, dia memang tipe seseorang yang pendiam dan juga cuek akan segala hal pada orang yang memang tak ia kenal. Tapi ini mulai aneh saat aku mengirim inbox pada fbnya dan seperti biasa menanyakan bagaimana kabarnya, maklum saja kami jarang komunikasi, kami berbeda sekolah dan tak pernah saling tegur sapa saat di jalan. Aku tak menuntut ia membalas panjang lebar bak jalan tol kota besar, tapi aku hanya minta hargai usahaku yang ingin menyambung tali silahturahmi.
Aku tak pernah merasa memiliki salah pada dirinya. Memang mungkin aku terlalu banyak berpikir tentang begitu pentingnya arti seorang teman. tapi aku juga berpikir, apakah jika kita berteman dan berpisah, kita tak akan bisa jadi teman lagi? ini aneh. Aku tak pernah merasa ada yang salah padanya. tapi entahlah akhir akhir ini, aku begitu memahami betapa sibuknya dia memikirkan tentang masa depan yang ingin ia rajut. Aku pun sama halnya seperti dirinya.
Aku tak ingin jadi egois sebenarnya, aku begitu paham apa yang ia pikirkan, mungkin aku sama. aku mungkin terlalu salah karena memikirkan tentang pertemanan yang semu, tapi aku hanya ingin berteman dan tak dianggap asing. Dalam hal pertemanan aku tak pernah memiliki prinsip pemanfaatan, aku memiliki prinsip syariah dalam pertemanan. Yang aku tahu dalam pertemanan kita tidak ada yang namanya mengharapkan timbal balik bahkan mendapat keuntungan dari sebuah pertemanan tapi saling menghargai.
Entah apa yang aku pikirkan, tapi aku memang mengutamakan pertemanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar