Sabtu, 26 November 2016

pesan singkat

Aku terbangun di pagi ini. Namaku Angel, usiaku 17 tahun. Aku baru saja selesai melaksanakan Ujian Nasional tiga hari yang lalu. Pagi yang kurang cerah. Hooaamm.. Aku masih mengantuk! Kuraih HPku yang ada di meja sudut ranjang. HPku tidak pernah aktif saat aku ingin tidur. Setiap pagilah HPku kuaktifkan. Kini HPku aktif kembali. Ada sms yang masuk. Langsung saja kubuka isi pesan tersebut. Ternyata Kak Zayn yang mengirim pesan.
“Assalamu’alaikum..
Nggak usah gangguin orang ini lagi soalnya dia pacar saya..
By : pacarnya, saya yang pegang nomornya sekarang”
Huhh! Pesan itu dikirim pukul 21.59 dan aku baru membacanya pagi ini. Apa maksudnya? Pukul 21.16 tadi malam Kak Zayn meneleponku. Semuanya baik-baik saja. Tapi.. Kenapa? Apa yang terjadi Kak Zayn?
Aku tidak membalas pesan singkat itu. Semalam, aku hanya bertanya apakah dia punya waktu luang atau tidak. Jika ada, aku ingin sekali untuk sekedar jalan-jalan ke luar bersamanya. Dia bilang, dia sibuk belakangan ini. Namun dia bilang akan mengabariku jika dia sudah punya waktu. Aku ingat betul, pukul 21.30 tadi malam Kak Zayn bilang ia ingin tidur. Lalu, bagaimana mungkin pada pukul 21.59 seseorang yang mengaku pacar Kak Zayn mengirimiku pesan singkat? Apakah Kak Zayn tidur bersama gadis itu? Entah!
Aku sadar bahwa aku bukanlah orang yang istimewa untuk Kak Zayn. Aku tidak cantik, aku pecicilan, aku membosankan, dan aku hanya gadis miskin yang memiliki harapan yang begitu besar. Tentu saja Kak Zayn dengan mudahnya akan meninggalkanku. Namun, aku tetap saja seorang gadis yang memiliki hati.
Pagi ini air mataku berlinang saat membaca pesan singkat tersebut. Bukannya aku cemburu karena Kak Zayn memiliki pacar. Tetapi, aku sakit hati sebab aku tahu bahwa Kak Zayn sendirilah yang mengirimiku pesan itu. Aku tak perlu bertanya kepada siapa pun untuk mengetahuinya. Aku tahu bagaimana gaya Kak Zayn dalam mengetik pesan singkat. 100 persen aku yakin bahwa pesan itu Kak Zayn yang membuat. Kak Zayn terlalu bodoh dalam berbohong. Jika benar penulis pesan itu adalah pacarnya, tentu saja ia akan mencantumkan namanya. Inilah yang membuatku yakin bahwa Kak Zayn pengirimnya.
Aku bingung dengan isi pesannya. Dia mengatakan “Nggak usah gangguin orang ini lagi.” Hahh! Aku sama sekali tidak pernah mengganggu ataupun mengusik kehidupan Kak Zayn. Aku tidak pernah meneleponnya duluan. Aku tidak pernah mengiriminya pesan singkat yang terlalu spesial ataupun yang biasa saja. Justru dia yang selalu rajin menghubungiku tiap malam menanyakan apa yang kulakukan dan sebagainya.
Hahaha.. Apa maksudnya semua ini? Kau membuatku menangis lagi, Kak Zayn! Jika kau ingin aku pergi dari hidupmu, maka bicaralah dengan jujur! Jangan bersembunyi di balik kebohongan pesan singkatmu. Itu bisa membuatmu terlihat seperti pecundang. Dan.. jika kau ingin aku pergi, maka jangan pernah mengusik hidupku!
Kak Zayn ini sepertinya sangat tidak suka padaku. Namun, dia justru rutin meneleponku dan berbicara panjang lebar. Huhh! Apa maksudmu Kak Zayn? Pipiku bertambah basah dengan air mata yang terus mengucur. Dadaku sesak merasakan betapa tidak enaknya diperlakukan seperti ini.
Segera aku menyeka buliran bening yang menyambutku pagi ini. Berusaha kuat, ikhlas, dan tegar dengan semuanya. Aku yakin Kak Zayn akan kembali seperti dulu saat pertama kali aku mengenalnya. Dan aku yakin dia tidak akan lama membuatku terpuruk. Pada akhirnya Kak Zayn akan kembali kepada orang yang meneteskan air matanya karena cinta tulus untuknya. Aku percaya itu, Kak Zayn! Thanks for all.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar