Pemuda, sering kusebut namamu seusai aku bersujud. Sering kuteteskan air mata, ketika aku sadar engkau jauh disana. Sering kuberkhayal tentangmu, berharap engkau datang. Dan harapan-harapan itu pernah sirna. Ketika aku tau ada tangan lain menggengammu. Aku pikir dengan cara itu aku akan mudah melupakanmu, namun hatiku membantah dengan berkata “tidak”.
Dulu ketika aku masih bersamamu, kuabaikan bisikan-bisikan buruk tentangmu, sebab aku yakin kalau aku tidak menaruh hati pada orang yang salah. Tapi kini aku salah, seharusnya namamu sudah pudar, sudah lapuk dan sudah tiada lagi dalam hati. Agar aku tidak larut dalam mimpi bersamamu, agar aku tidak mengharap kamu kembali…
Pemuda, disini aku menunggumu dengan penuh angan-angan yang menyakitiku perlahan. Pemuda, apa kurangnya aku? Mengapa kau biarkan cinta ini bersamaku? Mengapa engkau harus dengan dia!!
“ya Tuhan.. Dimana engkau sembunyikan cinta yang tulus buat aku?” Ucapku sembari meneteskan air mata..
Pemuda, ingatkah kamu dengan cinta yang pernah melintas di takdirmu?
Pemuda, ingatkah kamu dengan cinta yang pernah melintas di takdirmu?
Malam itu aku dapat bercakap-cakap pada makhluk ciptaan-Mu, dan lewat malam itu aku merasakan kembali rasa yang dulu pernah singgah. Meski aku tau dia tak lagi sendiri, dan yang jelas aku paham betul bagaimana perasaan wanita yang tersakiti. Jujur aku tak bermaksud untuk egois aku sadar diri aku hanyalah mantan. Tapi entah mengapa detak jantungku ingin mengatakan “wanita itu tidaklah pantas untukmu!!” Sungguh bukanya aku menyamai Tuhan. Malam itu terasa indah karena do’aku dalam mimpi bisa nyata bukan hanya sekedar dongeng semata!
“kak!!” Sapaku lewat message
“siapa?” Tanyanya kebinggungan
“kalau aku bilang rifa percaya nggak?” Jawabku dengan lelucon
Kutunggu balasan messageku satu menit satu jam sampai semalaman, dia tak kunjung membalasnya, aku sadar aku sekedar mantan, aku harus bisa jaga perasaan sebab dia tak sendiri lagi.. Awalnya aku kecewa dengan pacar barunya, mungkin kalimat ini mudah tuk dimengerti “teman jadi pujaan” ya! Ia teman sekelasnya. Yang dulu membatasi jarak dekatku bersama dia. Mungkin feelingku itu benar kalau ia mencintai dia..
“siapa?” Tanyanya kebinggungan
“kalau aku bilang rifa percaya nggak?” Jawabku dengan lelucon
Kutunggu balasan messageku satu menit satu jam sampai semalaman, dia tak kunjung membalasnya, aku sadar aku sekedar mantan, aku harus bisa jaga perasaan sebab dia tak sendiri lagi.. Awalnya aku kecewa dengan pacar barunya, mungkin kalimat ini mudah tuk dimengerti “teman jadi pujaan” ya! Ia teman sekelasnya. Yang dulu membatasi jarak dekatku bersama dia. Mungkin feelingku itu benar kalau ia mencintai dia..
Pagi yang indah setelah semalam turun hujan, udara yang segar setelah kabut-kabut mulai pudar, bunga yang mulai mekar setelah embun datang..
Kamu apa kabar? Apakah kamu baik-baik saja?
Dreeettt (bunyi handphoneku)
“Adek..”
sontak hatiku kegirangan membaca message itu.
Jariku bergerak memcet keypad membalas messagenya.
“iya, kak.”
“lagi apa dek?”
“lagi duduk manis, hhh”
“kok gitu?”
Percakapan itu terus berlanjut sebelum akhirnya dia putus dengan pacar barunya, saat itulah dia tak pernah membalas messageku. Aku binggung, perpisahan itu karena aku? Tapi apa aku salah kalau aku ingin menjadi teman yang baik? Padahal aku sering menanyakan kabar pacarnya, seperti ini;
“pacar kakak bagaimana kabarnya?”
“baik, adek apa kabar?”
“alhamdulillah baik.”
“bagus dech!.”
Aku pikir jika berteman itu lebih baik katimbang pacaran.
“Adek..”
sontak hatiku kegirangan membaca message itu.
Jariku bergerak memcet keypad membalas messagenya.
“iya, kak.”
“lagi apa dek?”
“lagi duduk manis, hhh”
“kok gitu?”
Percakapan itu terus berlanjut sebelum akhirnya dia putus dengan pacar barunya, saat itulah dia tak pernah membalas messageku. Aku binggung, perpisahan itu karena aku? Tapi apa aku salah kalau aku ingin menjadi teman yang baik? Padahal aku sering menanyakan kabar pacarnya, seperti ini;
“pacar kakak bagaimana kabarnya?”
“baik, adek apa kabar?”
“alhamdulillah baik.”
“bagus dech!.”
Aku pikir jika berteman itu lebih baik katimbang pacaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar